icon

Waspadai Hoaks Mengenai Vaksin COVID-19

Program vaksinasi Covid-19 di seluruh dunia telah memberi kita harapan dan kesempatan berjuang untuk mengakhiri pandemi yang sedang berlangsung ini. Namun, beberapa orang skeptis terhadap program vaksinasi karena beberapa kesalahpahaman tentang vaksin Covid-19.
Articles
25 August 2021
Country(s)
iconicon

Wabah COVID-19 masih menjadi momok menakutkan di dunia. Segala upaya dikerahkan untuk menanggulangi pandemi ini dengan menerapkan pembatasan kegiatan, penerapan protocol kesehatan, dan juga peluncuran program vaksinasi diberbagai negara untuk memutus mata rantai penularan. Vaksin dianggap sebagai salah satu upaya yang paling efektif untuk mengatasi pandemic yang masih berlangsung. Namun sayangnya, rumor dan isu negative mengenai vaksinasi COVID-19 juga tersebar di masyarakat luas sehingga menimbulkan keresahan dan menjadi ganjalan tersendiri bagi program vaksinasi yang tengah berjalan. Vaksinasi itu sendiri adalah pemberian antigen yang dapat merangsang pembentukan antibody dalam tubuh, sehingga penting bagi kita untuk menyukseskan program vaksinasi ini yang bertujuan untuk menciptakan dan mencapai kelompok kekebalan sehingga dapat menekan angka penularan wabah. Agar terhindar dari hoax, mari simak mitos seputar vaksin COVID-19 berikut ini:

1. Vaksin COVID-19 Tidak Aman Karena Hanya Dikembangkan Dengan Waktu Yang Singkat

Meskipun ilmuwan mengembangkan dan membuat vaksin COVID-19 lebih cepat dibandingkan dengan vaksin lainnya, namun tidak mengurangi keamanan dari vaksin itu sendiri. Hal ini terjadi karena adanya kolaborasi dunia dalam hal konvergensi sumber daya manusia dan keuangan yang luar biasa mengingat penyebaran wabah yang sangat massif keseluruh penjuru dunia. Ilmuwan melakukan pengujian secara bersamaan sehingga dapat memangkas banyak waktu untuk menciptakan vaksin. Vaksin pun tercipta dengan waktu yang singkat sehingga dapat disitribusikan tanpa mengurangi tingkat keamanannya.

2. Vaksin COVID-19 Memiliki Efek Samping Yang Parah

Sebagian dari peserta vaksin kerap kali merasakan efek samping dari vaksin tersbut, namun efek samping yang dialami tidaklah berbeda jauh dengan vaksin lainnya seperti nyeri otot, demam, dan pusing. Hal itu merupakan reaksi ringan yang wajar terjadi dan akan menghilang dalam beberapa hari kedepan. Namun apabila efek samping yang terjadi dirasa berlebih atau berat seperti sesak napas, linglung, atau efek-efek lainnya, anda wajib melapor kepada petugas medis untuk dipantau lebih lanjut. Tetapi gejala berat tersebut sangat jarang terjadi.

3. Vaksin COVID-19 Mengubah DNA Manusia

Informasi mengenai hal ini tentunya tidak benar. Saat diinjeksikan kedalam tubuh, vaksin mRNA akan masuk ke sioplasma dan tidak memasuki neukleus dimana DNA manusia berada. Ini berarti mRNA tidak dapat memengaruhi atau berinteraksi dengan DNA dengan cara apa pun. Sebaliknya, vaksin mRNA COVID-19 bekerja dengan pertahanan alami tubuh untuk mengembangkan kekebalan terhadap penyakit dengan aman.

4. Vaksin COVID-19 Menyebabkan Kemandulan

Kabar ini didasarkan pada messenger RNA dalam vaksin dapat menyebabkan kemandulan secara tidak sengaja dengan menyerang protein di plasenta, karena struktur spike proteinnya mirip. Namun, keduanya tentu sangat berbeda strukturnya. dr. Kate O’Brien dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga membenarkan bahwa rumor tersebut keliru. Hingga saat ini, tidak ada bukti ilmiah bahwa vaksin COVID-19 memengaruhi kesuburan.

5. Menjadi Kebal Penyakit Setelah Di Vaksin

Dalam hal ini banyak orang yang salah mengartikan, mereka menganggap telah kebal dari virus corona setelah mendapatkan dosis vaksin lalu menjadi lalai dan mengabaikan aturan dan protocol yang dianjurkan. Pada faktanya, vaksin membuat daya tahan tubuh kita lebih baik. Sehingga apabila kita terpapar, gejala yang dialami akan berkurang dan mengurangi resiko gejala berat yang dapat mengakibatkan kematian. Tetapi satu hal yang perlu kita ingat, bahwa seseorang masih tetap dapat tertular meskipun sudah di vaksin lengkap. Maka kita tetap wajib menjalankan protocol Kesehatan terutama menggunakan masker dan menjaga kebersihan.

6. Vaksin COVID-19 Dapat Membuat Seseorang Terinfeksi Virus Corona

Pernyataan tersebut merupakan hal yang keliru dan merupakan mitos belaka. Pada dasarnya vaksin mRNA yang disuntikkan kedalam tubuh tidak mengandung virus hidup dan tidak beresiko menyebabkan penyakit pada orang yang divaksinasi. cara kerja vaksin adalah dengan memaparkan tubueh pada protein yang ada di permukaan virus, tetapi virus lainnya tidak hadir. Oleh sebab itu anda tidak terinfeksi virus atau berubah menjadi positif setelah mendapatkan vaksin. Hal ini mungkin juga berkaitan dengan pembahasan sebelumnya, banyak orang yang merasa kebal setelah divaksin sehingga mereka lalai untuk mematuhi protocol kesehatan yang justru akan membuat mereka terpapar bahkan Ketika telah mendapatkan vaksin.

7. Penyintas COVID-19 Tidak Perlu Mendapatkan Vaksin

Tubuh seseorang yang telah terinfeksi COVID-19 dan telah sembuh memang secara langsung membentuk dan menghasilkan antibody alami sehingga tubuhnya sudah mengenali virus jenis ini. Namun antibody alami yang dihasilkan hanya bertahan selama 3 bulan saja, sedangkan antibody yang dihasilkan dari vaksinasi dapat bertahan lebih kuat sampai 1 tahun. Maka para penyintas COVID-19 tetap diwajibkan untuk melakukan vaksinasi lengkap setelah 3 bulan sejak dinyatakan sembuh dari virus corona. Namun anda wajib berkonsultasi terlebih dahulu dengan petugas medis mengenai kelayakan mendapatkan vaksin untuk penyintas COVID-19.

Dengan banyaknya berita menyimpang yang tersebar, anda dihimbau untuk bijak dalam menyaring informasi yang anda dapat. Carilah berita dari sumber yang kredibel sehingga tidak menimbulkan kegelisahan. Jangan ragu terlibat dalam menyukseskan upaya dunia untuk terbebas dari pandemic COVID-19 dengan mengikuti program vaksinasi yang telah disediakan. Tetap aman dan tetap sehat!


¹ Data by https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5473902/beredar-mitos-vaksin-covid-19-bikin-mandul-ini-faktanya

Save to bookmark
Share

What to read next


Bone Cancer Day in Indonesia
11 April 2022
Bone Cancer Day in Indonesia
In Indonesia, Bone Cancer Awareness Day is celebrated every 11 April to promote awareness about the ...
Hari Gizi Nasional 2022: Aksi Bersama Cegah S...
24 January 2022
Hari Gizi Nasional 2022: Aksi Bersama Cegah Stunting Dan Obesitas
Pada tiap tanggal 25 Januari diperingati sebagai Hari Gizi Nasional. Diadakannya kampanye mengenai g...
Things You Must Bring during COVID-19 Pandemi...
27 September 2021
Things You Must Bring during COVID-19 Pandemic
Pandemi COVID-19 telah mendorong setiap orang untuk hidup sehat. Alat-alat kebersihan dan perlindung...