icon

Jakarta Annual Meeting ke-4 tentang Nutrisi Klinis

Pada tanggal 9-10 September 2017, tim idMED Indonesia Patient Support System (PSS) berpartisipasi dalam acara tahunan Perhimpunan Ahli Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) cabang Jakarta yaitu 4th Jakarta Annual Meeting on Clinical Nutrition 2017 di Jakarta.
Event News
27 September 2017
Country(s)
iconicon
Bidang Perawatan Sistem Pendukung Pasien (PSS) di Indonesia baru saja mengikuti Jakarta Annual Meeting on Clinical Nutrition (JAMCN) ke-4 yang diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta pada tanggal 9-10 September 2017. Acara tahunan ini diselenggarakan oleh Association of Physician Clinical Nutrition. Ahli Gizi Cabang Jakarta (PDGKI JAYA) dengan program Simposium, Workshop Session & Booth Exhibition. JAMCN ditujukan bagi Dokter Spesialis Gizi Klinik dan Dokter Umum (GP) yang merupakan Residen Ahli Gizi Klinik dan Dokter Spesialis lainnya dengan peminatan Gizi.

idsMED Indonesia berpartisipasi dalam semua program untuk acara 2 hari ini. Adapun sebagai pembicara, kami menghadirkan Dr. Michael Maisch - Chief Medical Advisor SECA dari Jerman untuk berbagi Pentingnya Komposisi Tubuh dalam perawatan medis pasien selama sesi Simposium di hari pertama yang dihadiri oleh 450 peserta dilanjutkan dengan demo langsung komposisi tubuh pengukuran. Setelah sesi simposium, acara dilanjutkan dengan 2 kelas workshop untuk Dokter Umum (GP) dan Dokter Spesialis Gizi Klinik (Sp. GK). Di kelas Workshop untuk GP, kami memiliki Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, Sp. GK (K) dan Dr. dr. Inge Permadhi, M.S, Sp. GK (K) dan pada kelas Workshop Dokter Spesialis Gizi Klinik, kami memiliki Dr. Victor Tambunan, MS, Sp.GK (K) untuk mengadakan Workshop dimana beberapa kasus Pasien membutuhkan pengobatan Farmakologi, Gizi dan Latihan untuk kondisi medis mereka yang dibahas secara intensif.

SECA Medical Body Composition Analyzer (mBCA) mengukur Komposisi Tubuh – Lemak, Air dan Otot, dalam posisi berdiri dan berbaring. SECA mBCA 514 untuk posisi berdiri & SECA mBCA 525 untuk posisi berbaring. Ini menggunakan Analisis Bio Electrical Impedance (BIA) di mana listrik yang sangat rendah dikirim ke seluruh tubuh untuk mengukur resistansi dan reaktansi dan memberikan informasi komposisi tubuh sebagai hasilnya. Pengukuran hanya membutuhkan waktu kurang dari 1 menit dengan hasil print-out untuk memberikan cara interpretasi yang lebih baik.

Acara ini berhasil diikuti oleh 290 Dokter Umum yang terdiri dari Dokter Umum (GP) & Dokter Umum (GP) yang merupakan Residen Ahli Gizi Klinik dan 160 Dokter Spesialis Gizi Klinik yang berasal dari seluruh Indonesia – akan ditindaklanjuti untuk menciptakan peluang produk baru dalam waktu dekat ini.

What to read next


Enhancing Multidisciplinary Care at RSWN Medi...
13 February 2026
Enhancing Multidisciplinary Care at RSWN Medical Symposium 2026
From January 31–February 1, 2026, K.R.M.T. Wongsonegoro Regional General Hospital (RSD Wongsonegor...
Event News
Contributing to Disaster and Critical Care Di...
10 February 2026
Contributing to Disaster and Critical Care Dialogue at INASIA 2026
From January 29 to February 1, 2026, the Indonesian Society of Anesthesiology and Intensive Therapy ...
Event News
Supporting Healthcare in Aceh with Anthropome...
28 January 2026
Supporting Healthcare in Aceh with Anthropometry Kits
On 22 January 2026, idsMED, in collaboration with KREKI (Komunitas Relawan Emergensi Kesehatan Indon...
Event News