icon

Kemajuan Dalam Diagnosis Tifus

Tes diagnostik yang ideal untuk pembawa tifus dan tifoid harus cepat, spesifik, dan juga sensitif. Pengembangan tes cepat dan spesifik yang dikombinasikan dengan diagnosis sensitif akan memberikan manajemen dan pengendalian demam tifoid yang cepat dan efektif.
Articles
06 August 2018
Country(s)
iconicon
Tes Diagnostik Ideal Untuk Tifus Harus Cepat, Spesifik, dan Juga Sensitif

Ketatnya persaingan di industri makanan dan minuman mengakibatkan banyak penyedia makanan mengorbankan kebersihan untuk menekan biaya. Di Indonesia, pertumbuhan tahunan industri makanan yang diharapkan pada tahun 2018 adalah 13,8%. Akibat dari kedua faktor tersebut, terjadi prevalensi penyakit seperti demam berdarah, malaria dan diare bakteri. Tifus juga merupakan penyakit yang sangat dipengaruhi oleh makanan dan lingkungan yang tidak sehat. Kasus yang parah dapat menyebabkan komplikasi serius atau bahkan kematian. Karena tifus dapat menyerupai gejala demam lain termasuk demam berdarah, malaria, hepatitis dan tifus scrub, di daerah endemik tifoid, hasil yang diperoleh dari laboratorium penting dalam memastikan diagnosis klinis tifoid.

Menurut WHO, Indonesia dinilai sebagai salah satu dari lima negara besar yang terkena penyakit ini. Jadi, mengapa tifus? Demam tifoid adalah infeksi sistemik yang disebabkan oleh Salmonella Typhi, biasanya melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi. Setiap tahun 2 juta orang di Indonesia terkena penyakit ini. Hal ini disebabkan oleh makanan dan lingkungan yang tidak sehat di sekitar orang Indonesia.

Masa inkubasi demam tifoid dapat berlangsung selama 10-14 hari dan dapat mengakibatkan komplikasi dan kerugian materi karena waktu pemulihan yang lama. Oleh karena itu, deteksi dini terhadap infeksi tifoid menjadi penting. Ada beberapa tes untuk mendiagnosis demam tifoid seperti ICT (imunocommatography), ELISA, Widal, IMBI (inhibition magnetic binding immune) dan Tubex TF.

Diagnosis tifus saat ini masih melalui metode kultur dan deteksi antibodi melalui uji Widal. Tes Widal telah digunakan untuk mendiagnosis demam tifoid selama beberapa dekade meskipun kelemahan Widal adalah tes ini tidak ditentukan untuk mendiagnosis demam tifoid. Tes konvensional yang ada kurang kecepatan, sensitivitas dan spesifisitas.

Tes diagnostik yang ideal untuk pembawa tifus dan tifoid harus cepat, spesifik, dan juga sensitif. Pengembangan tes cepat dan spesifik yang dikombinasikan dengan diagnosis sensitif akan memberikan manajemen dan pengendalian demam tifoid yang cepat dan efektif. Untuk mengatasi keterbatasan tes yang ada, antigen spesifik baru dan teknik diagnostik baru telah digunakan.

TUBEX® TF memiliki antigen spesifik yang dapat mendeteksi bakteri salmonella typhi, bakteri penyebab demam tifoid. Sistem TUBEX™ sangat ideal untuk digunakan dalam diagnosis infeksi karena memungkinkan antibodi IgM dideteksi dengan mudah dan cepat dari seluruh serum. TUBEX® TF adalah uji diagnostik in vitro, berdasarkan deteksi dini antibodi IgM anti-O9 Salmonella typhi dalam serum. TUBEX® TF dapat dibentuk sebelumnya di lingkungan laboratorium mana pun dan hasilnya siap dalam 10 menit.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang TUBEX® TF, silakan klik di sini

Referensi :
https://www.indonesia-investments.com/news/todays-headlines/growth-indonesia-s-food-beverage-industry-in-2015-revised-down/item5386
https://www.kompasiana.com/meldyelfa/56b45555b893738517693195/membaca-tes-tifoid-tipus-yang-tepat-cegah-over-under-diagnosa-bagian-1
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3438001/
http://www.who.int/bulletin/volumes/86/4/06-039818/en/

What to read next


New Year, New Habits: How to Build Health Goa...
09 January 2026
New Year, New Habits: How to Build Health Goals That Actually Stick
The new year often brings fresh motivation to live healthier, but many goals that feel easy at first...
Supporting Vision Health and Accessibility
05 January 2026
Supporting Vision Health and Accessibility
Vision plays a vital role in how people connect, learn, and engage with the world. From reading and ...
Bone Cancer Day in Indonesia
11 April 2022
Bone Cancer Day in Indonesia
In Indonesia, Bone Cancer Awareness Day is celebrated every 11 April to promote awareness about the ...